Apr 12

Pemilihan ternak sapi untuk di pelihara atau sebagai calon pengganti bibit, memerlukan keterampilan khusus, terutama untuk melatih pandangan serta penilaian akurat. Keberhasilan pemilihan ternak sapi yang akan di pelihara akan sangat menentukan keberhasilan usaha ternak walaupun semua bangsa dan tipe sapi bisa di jadikan bibit pengganti, namun agar diperoleh sapi hasil yang baik diperlukan bangsa dan tipe sapi tertentu yang laju pertumbuhannya cukup dan mutunyapun bagus serta mempunyai adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya.
Sehubungan pemilihan calon bibit ternak perlu mengetahui kriteria pemilihan sapi dan pengukuran sapi, sebab pada saat peternak melakukan pemilihan diperlukan pengetahuan, pengalaman dan kecakapan yang cukup diantaranya adalah:

1. Bangsa dan Sifat Genetik
Setiap peternak yang akan memelihara, membesarkan ternak untuk dijadikan calon bibit pertama-tama harus memilih bangsa sapi yang paling disukai atau telah popular, baik jenis import maupun lokal. Kita telah mengetahui bahwa setiap bangsa sapi memiliki sifat genetik yang berbeda satu dengan yang lain, baik mengenai daging ataupun kemampuan dalam beradaptasi terhadap lingkungan sekitarnya dalam hal beradaptasi dengan lingkungan ini antara lain penyesuaian iklim dan pakan, berpangkal dari sifat genetik suatu bangsa sapi yang bias diwariskan kepada keturunannya, maka bangsa sapi tertentu harus dipilih oleh setiap peternak sesuai dengan tujuan dan kondisi setempat, pemilihan ini memang cukup beralasan sebab peternak tidak akan mau menderita kerugian akibat factor lingkungan yang tidak menunjang. Beberapa jenis bangsa sapi potong yaitu : Ongole, Peranakan Ongole, Brahman, Limousine, Simmental, Angus, Brangus, Bali, Madura, Chorolais dan Santa Gertrudis.

2. Kesehatan
Bangsa sapi baik sapi sebagai calon bibit ataupun sebagai penghasil daging harus di pilih dari sapi yang benar-benar sehat. Untuk mengetahui kesehatan sapi secara umum, peternak bisa memperhatikan keadaan tubuh, sikap dan tingkah laku, pernapasan, denyut jantung, pencernaan dan pandangan sapi.
Keadaan tubuh
o Sapi sehat, keadaan tubuh bulat berisi, kulit lemas.
o Tidak adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya, tidak ada tandatanda kerusakan dan kerontokan pada bulu (licin dan mengkilat).
o Selaput lendir dan gusi berwarna merah muda, lebih mudah bergerak bebas.
o Ujung hidung bersih, basah dan dingin.
o Kuku tidak terasa panas dan bengkak bila diraba.
o Suhu tubuh anak 39,5 C – 40 C.
Sikap dan tingkah laku
o Sapi sehat tegap.
o Keempat kaki memperoleh titik berat sama.
o Sapi peka terhadap lingkungan (ada orang cepat bereaksi).
o Bila diberi pakan, mulut akan dipenuhi pakan.
o Cara minum panjang.
o Sapi yang terus menerus tiduran memberikan kesan bahwa sapi tersebut sakit atau mengalami kelelahan.
Pernafasan
o Sapi sehat bernafas dengan tenang dan teratur, kecuali ketakutan, kerja berat, udara panas dan sedang tiduran lebih cepat.
o Jumlah pernafasan : Anak sapi 30/menit, Dewasa 10-30/menit.
Pencernaan.
o Sapi sehat memamah biak dengan tenang sambil istirahat/ tiduran.
o Setiap gumpalan pakan di kunyah 60-70 kali.
o Sapi sehat nafsu makan dan minum cukup besar.
o Pembuangan kotoran dan kencing berjalan lancar
o Bila gangguan pencernaan, gerak perut besar berhenti atau cepat sekali.
o Proses memamah biak berhenti.
Pandangan mata.
o Sapi sehat pandangan mata cerah dan tajam.
o Sapi sakit pandangan mata sayu.

3. Seleksi calon bibit berdasarkan pengamatan/ penampilan fisik/eksterior
Bentuk atau ciri luar sapi berkorelasi positif terhadap faktor genetik seperti laju pertumbuhan, mutu dan hasil akhir (daging). Bentuk atau ciri sapi potong yang baik, sebagai berikut :
o Ukuran badan panjang dan dalam, rusuk tumbuh panjang yang memungkinkan sapi mampu menampung jumlah makanan yang banyak.
o Bentuk tubuh segi empat, pertumbuhan tubuh bagian depan, tengah dan belakang serasi, garis badan atas dan bawah sejajar.
o Paha sampai pergelangan penuh berisi daging.
o Dada lebar dan dalam serta menonjol ke depan.
o Kaki besar, pendek dan kokoh.

Dalam melakukan pemilihan calon bibit, selain menentukan jenis kelamin, usia dan bobot badan, pemilihan bakalan dapat dilakukan dengan pengamatan fisik atau penilaian (Judging) seperti berikut :
Pandangan dari samping
o Penilaian dilakukan pada jarak 3,0-4,5m.
o Perhatikan kedalaman tubuhnya, keadaan lutut, kekompakan bentuk tubuh.
Pandangan Belakang
o Penilaian dilakukan pada jarak + 3,0 m
o Perhatikan kelebaran pantat kedalaman otot, kelebaran dan kepenuhannya
Pandangan Depan
o Penilaian pada jarak + 3,0 m
o Perhatikan bentuk dan ciri kepalanya kebulatan bagian rusak, kedalaman dada dan keadan pertulangan serta keserasian kaki depan
Perabaan
Penilaian ini untuk menentukan tingkat dan kualitas akhir melalui perabaan yang dirasakan melalui ketipisan, kerapatan, serta perlemakannya. Bagian-bagian daerah perabaan pada penilaian (judging) ternak sapi
o Bagian rusuk
o Bagian Tranversusprocessus pada tulang belakang
o Bagian pangkal ekor
o Bagian bidang bahu
Penilaian tersebut dilakukan pada setiap individu ternak sapi yang akan dipilih dengan cara mengisikan skor yang sesuai dengan penilaian melalui pengamatan, pandangan dan perabaan. Dalam hal ini penilaian harus dilakukan seobjektif mungkin. Untuk menunjang hasil yang lebih akurat, penilaian tersebut lazimnya dilengkapi lagi dengan pengukuran bagian-bagian tubuh yaitu tinggi pundak/ gumba, panjang badan, lingkar dada dan dalam dada.

Pemilihan terhadap bibit sapi potong meliputi : Sifat kualitatif dan kuantitatif Sifat Kualitatif meliputi :
o Warna bulu jantan dan betina
o Bentuk tanduk jantan dan betina
o Bentuk tubuh jantan dan betina
Sifat Kuantitatif meliputi :
o Berat badan jantan dan betina
o Tinggi gumba jantan dan betina
o Umur jantan dan betina
o Lingkar dada jantan dan betina
o Lebar dada jantan dan betina
o Panjang badan jantan dan betina
o Lingkar skrotum jantan
Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah:
1. Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap silsilahnya.
2. Matanya tampak cerah dan bersih.
3. Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.
4. Kukunya tidak terasa panas bila diraba.
5. Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya.
6. Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur.
7. Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu.
8. Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari.

Untuk menghasilkan daging, pilihlah tipe sapi yang cocok yaitu jenis sapi Bali, sapi Brahman, sapi PO, dan sapi yang cocok serta banyak dijumpai di daerah setempat. Ciri-ciri sapi potong tipe pedaging adalah sebagai berikut:
1. tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola.
2. kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.
3. laju pertumbuhannya relatif cepat.
4. efisiensi bahannya tinggi.
Pejantan yang baik memiliki ciri
Bentuk tubuh : besar kuat dan sehat, ukuran perut dan lingkar dada lebar
Bentuk kepala : besar pendek dan lebih besar daripada betina
Pungung : lurus kuat dan lebar, pinggangnya pun lebar
Tulang rusuk : jarak antar rusuk lebar, ukuran rusuk besar dan panjang
Paha : rata antara kedua paha tersebut juga cukup terpisah
Kaki : kuat terlebih kaki belakang

6 comments so far

  1. yuli
    11:34 am - 4-12-2010

    nice post…
    salam kenal ya..
    ditunggu kunjungan baliknya ya…
    terimakasih..

  2. ummul
    5:30 am - 6-8-2010

    kawan.. thnks.. blogna bisa jd refrensi tugas. tapi lebih bagus lagi.. kalau daftar pustakanya dilampirkan..

  3. ferdiansyah
    6:15 pm - 11-9-2011

    untuk pengamatan eksterior pada kaki sapi sendiri, kriteria yang baik gimana?

  4. Sigid Prabowo
    12:04 pm - 11-1-2012

    maaf…. refernsi sudah lupa darimana…. baru buka blog lg sekarang….

  5. Sigid Prabowo
    12:05 pm - 11-1-2012

    ok…. salam kenal juga….. kunjungan baliknya kemana ya? link blog nya kawan?

  6. Sigid Prabowo
    12:08 pm - 11-1-2012

    pada kaki sapi sebaiknya proporsional dengan tubuh sapi, perhatikan pertulangan sapi dengan melihat bagian tulang canon (kaki bagian bawah), karena funsi kaki adalah untuk menopang tubuh. apabila berat badan besar tetapi memiliki pertulangan kaki yang kecil… tentunya kaki sapi akan mudah patah….. tetapi hal ini akan berpengaruh pada persentase karkasnya ….

Leave a Reply


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Your Details

Your Comment

Current day month ye@r *


nine × 2 =

Sigid Prabowo